Pengiriman Sarung ke Luar Negeri: Dokumen Ekspor, Kemasan, dan Waktu Kirim dari Indonesia

Order sarung belum selesai ketika kainnya selesai ditenun. Di antara alat tenun dan rak toko Anda masih ada pengemasan, dokumen ekspor, ongkos kirim, dan bea cukai, dan di situlah keterlambatan paling sering terjadi.
Kabar baiknya, hampir semua masalah pengiriman bisa dicegah sebelum Anda membayar DP. Panduan pengiriman sarung ke luar negeri ini membahas cara memilih jenis pengiriman, dokumen ekspor yang dibutuhkan, cara sarung dikemas untuk ekspor, dan cara menghitung total waktu kirim. Di bagian akhir, ada penjelasan cara pengiriman saat Anda order di Heritage Loom.
Pilih cara kirim: kurir ekspres, kargo udara, atau kargo laut
Sarung itu ringan tapi makan tempat, jadi jumlah order biasanya menentukan cara kirimnya. Dus ekspor kami berisi 100 lembar, berukuran 44 × 36 × 83 cm, dengan berat sekitar 50 kg.
| Jumlah order | Cara kirim yang umum | Yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Order percobaan beberapa kodi | Kurir ekspres | Sampai ke alamat dan paling cepat, tapi ongkos per lembar paling tinggi |
| Order ulang beberapa dus | Kargo udara atau kargo laut gabungan (LCL) | Bandingkan ongkos per lembar dengan seberapa cepat stok dibutuhkan |
| Hampir satu kontainer penuh | Kargo laut satu kontainer (FCL) | Ongkos per lembar paling rendah; kontainer 20 ft memuat sekitar 213 dus |
Kurir menghitung ongkos dari berat aktual atau berat volume, mana yang lebih besar. DHL Express, misalnya, membagi panjang × lebar × tinggi (cm) dengan 5.000. Dus kami setara sekitar 26 kg berat volume, lebih kecil dari berat aktualnya yang sekitar 50 kg, jadi satu dus penuh dihitung dengan berat aktual.
Untuk membandingkan ongkos per lembar sampai tujuan, pakai langkah hitung biaya di panduan order sarung dalam jumlah besar.
Dokumen ekspor untuk pengiriman sarung
Keterlambatan di perbatasan lebih sering disebabkan dokumen daripada barangnya. Pengiriman sarung dari Indonesia biasanya disertai dokumen berikut:
- Commercial invoice: faktur penjualan untuk keperluan bea cukai, berisi deskripsi produk, jumlah, harga satuan, nilai total, dan Incoterm.
- Packing list: isi, berat, dan ukuran setiap dus, dengan nomor yang sama dengan tanda di dusnya.
- PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang): diajukan ke Bea Cukai oleh eksportir atau kuasanya. Setelah itu Bea Cukai menerbitkan NPE (Nota Pelayanan Ekspor), yang wajib ada sebelum barang dikirim.
- Dokumen angkut: air waybill untuk kargo udara dan kurir, atau bill of lading untuk kargo laut.
- Surat Keterangan Asal (SKA): bukti bahwa sarung dibuat di Indonesia. SKA preferensi, seperti Form D untuk sesama negara ASEAN, bisa menurunkan atau menghapus bea masuk. Kalau tidak ada perjanjian dagang yang berlaku, bea cukai negara tujuan tetap bisa meminta SKA nonpreferensi.
Untuk kiriman lewat kurir ekspres, sebagian besar urusan dokumen ekspor ditangani lewat kurir, tapi commercial invoice tetap harus lengkap dan akurat.
Dua hal paling menghemat waktu. Sepakati kode HS dengan forwarder atau customs broker sebelum barang dikirim, karena kode ini menentukan tarif bea masuk. Kalau butuh SKA preferensi, pastikan supplier bisa menerbitkannya sebelum Anda membayar DP. Langkah per negara ada di panduan kami untuk Malaysia, Brunei, dan Singapura serta Thailand.
Cara sarung dikemas untuk ekspor
Sarung tenun tangan aman dikirim selama tetap bersih dan kering. Supplier mana pun yang Anda pilih, cek empat hal ini sebelum barang berangkat:
- Perlindungan dari lembap: kargo laut melewati iklim lembap, dan embun di dalam kontainer bisa menodai kain. Tanyakan cara setiap dus dilindungi dari kelembapan.
- Tanda di dus: setiap dus perlu mencantumkan nomornya (misalnya 3 dari 12), berat kotor, dan nama penerima, sesuai dengan packing list.
- Palet: kalau dus ditumpuk di atas palet, palet kayu solid wajib diberi perlakuan, biasanya dengan pemanasan, dan dicap sesuai standar ISPM 15. Palet dari kayu lapis (plywood) dikecualikan.
- Kotak hadiah: sarung dalam kotak hadiah memakan tempat lebih besar daripada sarung terlipat dalam dus curah, sehingga ongkos kirim per lembarnya naik. Sebutkan sejak minta penawaran.
Hitung waktu kirim, dari DP sampai barang tiba
Waktu kirim bukan hanya waktu produksi. Hitung per tahap, lalu tarik mundur dari tanggal sarung harus sudah ada di toko Anda:
- Penawaran dan persetujuan sampel. Makin cepat sampel disetujui, makin cepat produksi dimulai.
- Produksi. Di Heritage Loom, pesanan di bawah 5 kodi (100 lembar) selesai dalam 7 hari kerja. Pesanan lebih besar dan custom dijadwalkan bersama Anda.
- Pengecekan akhir dan pelunasan. Sisa pembayaran dilunasi saat pesanan siap kirim. Isi pengecekan akhir dijelaskan di panduan quality control sarung tenun.
- Booking dan pengurusan ekspor. Pengiriman dipesan dan dokumen ekspor dilengkapi.
- Perjalanan. Kurir ekspres dihitung dalam hari, sedangkan kargo laut biasanya lebih lama setelah ditambah waktu bongkar muat di kedua pelabuhan.
- Customs clearance dan pengantaran. Kecepatannya sangat bergantung pada kelengkapan dokumen dan kesiapan customs broker Anda.
Untuk kiriman ekspres, tombol Estimasi Ongkir di setiap halaman produk di katalog menampilkan estimasi DHL Express ke negara tujuan Anda. Waktu tempuhnya dihitung sejak paket diserahkan ke DHL, dan estimasinya belum termasuk bea masuk dan pajak.
Siapa menanggung biaya apa: sepakati Incoterm
Incoterm di penawaran menentukan siapa yang memesan pengiriman, siapa yang mengasuransikan barang, dan siapa yang membayar biaya impor. Yang paling sering dipakai:
- EXW (Ex Works): Anda mengambil barang dari tempat penjual dan mengurus semuanya, termasuk ekspor dari Indonesia, yang sulit diurus dari luar negeri.
- FOB (Free On Board): penjual mengurus ekspor dan memuat barang ke kapal di pelabuhan Indonesia. Anda membayar ongkos laut dan semua biaya sesudahnya.
- CIF (Cost, Insurance and Freight): penjual juga membayar ongkos laut dan asuransi dasar sampai pelabuhan tujuan. Anda mengurus impor dan bea masuk.
- DAP (Delivered at Place): penjual mengirim sampai alamat yang disepakati. Anda membayar bea masuk dan pajak.
- DDP (Delivered Duty Paid): penjual mengirim sekaligus membayar bea masuk dan pajak.
FOB dan CIF dirancang untuk kargo laut. Untuk barang dalam kontainer, FCA biasanya disarankan sebagai pengganti FOB, dan CIP sebagai pengganti CIF.
Apa pun yang dipilih, tulis Incoterm beserta tempat yang disepakati di proforma invoice, seperti dianjurkan dalam daftar cek 7 poin memilih supplier sarung. Kecuali disepakati lain secara tertulis, bea masuk dan pajak di negara tujuan menjadi tanggungan Anda.
Pengiriman bersama Heritage Loom
- Tujuan: kami mengirim ke seluruh Indonesia dan ke luar negeri.
- Ongkos kirim: dihitung saat pesanan dikonfirmasi, atau disepakati dalam penawaran untuk order grosir dan custom.
- Pembayaran: DP 50% untuk memulai produksi, dan barang dikirim setelah pelunasan.
- Pelacakan: nomor resi dikirim setelah barang berangkat, dan resi DHL Express bisa dipantau di halaman Lacak Kiriman.
- Bea masuk dan pajak: bea masuk, pajak impor, dan biaya kepabeanan lain menjadi tanggungan pembeli, kecuali disepakati lain.
- Barang rusak: laporkan maksimal 5 hari kerja setelah barang diterima, dengan nomor pesanan serta foto produk dan kemasannya.
- Sampel: kami menanggung setengah ongkos kirim sampel.
Ketentuan lengkapnya ada di kebijakan Pengiriman & Pengembalian. Kalau Anda order untuk kedai di Malaysia atau Brunei, panduan order pertama kami menunjukkan cara menyusunnya dalam kodi.
Siap merencanakan pengiriman? Kirim desain pilihan, jumlah dalam kodi, negara tujuan, dan tanggal barang harus tiba lewat halaman Kontak. Tim kami akan membalas lewat WhatsApp dengan penawaran yang mencakup detail kemasan dan pilihan pengiriman.
Artikel Lainnya

Cara Mencuci dan Merawat Sarung Tenun: Panduan yang Bisa Dibagikan Reseller ke Pelanggan
Sarung tenun tangan bisa awet bertahun-tahun dengan perawatan sederhana. Panduan ini menjelaskan cara mencuci sarung tenun, mulai dari cucian pertama sampai menjemur, menyetrika, dan menyimpan, serta cara mengatasi noda tanpa membuat warna pudar atau anyaman tertarik. Ada juga tips menjaga stok bagi reseller dan kartu perawatan singkat yang bisa dibagikan ke pelanggan.

Grosir Sarung Tenun: Cara Order, Minimum Pembelian, dan Tips untuk Reseller
Panduan grosir sarung tenun untuk reseller: berapa minimum pembelian, bagaimana alur order dari memilih motif sampai barang tiba, dan cara menyusun order pertama supaya stok cepat berputar. Di Heritage Loom, minimum order 1 kodi (20 lembar), motif siap produksi boleh dicampur, dan diskon grosir makin besar sesuai jumlah kodi. Panduan ini juga membahas DP, waktu proses, retur, serta tips menjual kembali sarung tenun tangan.

Quality Control Sarung Tenun untuk Order Besar: Cara Heritage Loom Menjaga Kualitas dari Sampel sampai Pengiriman
Sarung tenun tangan tidak pernah identik, jadi quality control untuk order besar harus bisa membedakan variasi alami dari cacat yang sebenarnya. Panduan ini menjelaskan apa saja yang dicek di setiap tahap, mulai dari sampel acuan dan konsistensi warna sampai pengecekan akhir sebelum dikemas, jenis cacat yang perlu diwaspadai, serta hal yang perlu disepakati tertulis, termasuk toleransi, kelas cacat, dan sampling AQL. Di bagian akhir ada cara Heritage Loom menjalankan quality control dan 4 langkah order dalam jumlah besar.
