Lewati ke konten

Cara Impor Sarung Tenun Tangan Indonesia ke Thailand: Panduan untuk Retailer dan Distributor

Mendatangkan sarung tenun tangan dari Indonesia untuk toko atau bisnis distribusi di Thailand cukup sederhana bila langkahnya jelas. Order impor pertama selalu memunculkan pertanyaan yang sama: apakah produknya benar tenun tangan, seberapa kecil order pertama boleh dibuat, dan dokumen apa yang diminta Bea Cukai Thailand saat barang tiba. Berjualan di Malaysia atau Brunei? Lihat panduan untuk kedai di Malaysia dan Brunei kami.

Panduan ini untuk retailer dan distributor di Thailand. Isinya membahas apa yang perlu disepakati dengan supplier, cara pengiriman, proses kepabeanan Thailand, dan isi label yang wajib ada sebelum sarung dijual.

1. Pastikan produk yang Anda beli

Sarung Indonesia yang dijual grosir ditenun dengan ATBM (alat tenun bukan mesin) atau dengan mesin tenun, dan harga keduanya sangat berbeda. Minta sampel, periksa tepi dan teksturnya, lalu minta teknik tenunnya ditulis di penawaran.

Panduan ciri sarung tenun tangan vs sarung mesin kami membahas enam cara mengeceknya, dan daftar cek supplier kami membahas apa yang perlu dipastikan sebelum order grosir. Koleksi siap kirim Heritage Loom, misalnya, ditenun dari katun berukuran 120 × 125 cm, dengan spesifikasi lengkap di katalog.

2. Sepakati MOQ, waktu produksi, dan pembayaran secara tertulis

Perdagangan tekstil Indonesia menghitung dalam kodi: 1 kodi sama dengan 20 lembar. Di Heritage Loom, desain siap produksi mulai dari 1 kodi secara total, dan Anda bebas mencampur desain asalkan totalnya kelipatan kodi.

Order di bawah 5 kodi diproses dalam 7 hari kerja, sedangkan order yang lebih besar dan order custom dijadwalkan per order. Produksi dimulai setelah DP 50%, dan pelunasan dilakukan sebelum pengiriman.

Ingin sarung dengan warna atau merek sendiri? Panduan custom dan maklon sarung tenun kami membahas MOQ, tahapan, dan waktu produksi order custom.

Panduan order sarung dalam jumlah besar kami menjelaskan faktor penentu harga per lembar dan cara menghitung biaya sampai tujuan.

3. Pilih cara pengiriman

Sarung itu ringan tetapi memakan ruang, jadi volume yang menentukan metode kirimnya. Heritage Loom mengemas 100 lembar per dus berukuran 44 × 36 × 83 cm dengan berat sekitar 50 kg.

  • Order percobaan beberapa kodi paling cocok dikirim lewat udara atau kurir ekspres ke Bangkok.
  • Order berulang puluhan kodi layak dikirim lewat laut, LCL atau satu kontainer penuh, umumnya ke Laem Chabang atau Bangkok Port. Kontainer 20 ft memuat sekitar 213 dus.

Sepakati Incoterm sejak awal, misalnya EXW, FOB, CIF, atau DDP, supaya jelas siapa yang menanggung ongkos kirim, asuransi, dan biaya impor di Thailand. Perbandingan kurir, kargo udara, dan kargo laut serta cara menghitung waktu kirim ada di panduan pengiriman sarung ke luar negeri.

4. Daftar ke Bea Cukai Thailand sebelum barang tiba

Impor ke Thailand dilaporkan lewat sistem e-Customs milik Customs Department. Importir mendaftar dengan sertifikat digital, atau menunjuk customs broker untuk mengurusnya (Mondaq).

Pastikan nama penerima di invoice, packing list, dan air waybill sama dengan nama yang terdaftar di Bea Cukai Thailand, karena perbedaan nama bisa membuat dokumen harus diubah (FedEx Thailand).

5. Siapkan dokumen dan Form D

Untuk kiriman sarung, Anda umumnya membutuhkan commercial invoice, packing list, serta bill of lading atau air waybill. Untuk mendapat tarif preferensi ATIGA, Anda juga perlu Surat Keterangan Asal yang disebut Form D.

Indonesia dan Thailand sama-sama menerbitkan dan menerima e-Form D lewat ASEAN Single Window (Department of Foreign Trade Thailand). Broker Anda bisa menyelesaikan kepabeanan dengan nomor referensi Form D, tanpa menunggu dokumen fisik.

Minta supplier memastikan bisa menerbitkan Form D untuk kiriman Anda sebelum Anda membayar DP.

6. Hitung bea masuk dan PPN

Sepakati kode HS bersama broker sebelum barang dikirim. Klasifikasi menentukan tarif bea masuk dan ada tidaknya izin yang diperlukan, dan dengan Form D yang valid, barang asal Indonesia bisa mendapat tarif preferensi ATIGA.

Thailand juga memungut PPN atas barang impor. Tarif 7% sudah diperpanjang sampai 30 September 2027 (The Nation), jadi masukkan ke perhitungan biaya per lembar sampai tujuan.

7. Pasang label berbahasa Thai sebelum sarung dijual

Menurut aturan perlindungan konsumen Thailand, barang impor yang dijual di Thailand wajib berlabel bahasa Thai (OCPB). Label itu memuat antara lain jenis produk, negara pembuat, nama dan alamat importir, serta ukuran.

Label harus sudah terpasang sebelum produk dijual. Bila Anda memesan sarung custom atau private label, minta detail label berbahasa Thai dicantumkan di hangtag sejak awal.

8. Cara order di Heritage Loom

Alurnya sengaja dibuat singkat:

  1. Telusuri katalog dan catat desain serta jumlah kodi yang Anda inginkan untuk masing-masing.
  2. Kirim permintaan lewat halaman Kontak; pesan Anda sampai ke tim kami melalui WhatsApp.
  3. Terima penawaran berisi harga grosir, waktu produksi, dan detail pengemasan.
  4. Setujui sampel, dengan ongkos kirim sampel dibagi 50:50, lalu konfirmasi order dengan DP 50%.
  5. Produksi berjalan, pelunasan diselesaikan, dan barang dikirim bersama dokumen yang dibutuhkan broker Anda.

Belum yakin desain dan jumlah mana yang cocok untuk pasar Thailand? Layanan konsultasi ekspor kami membahas pemilihan produk, MOQ, harga, dan prosedur ekspor. Ceritakan rencana Anda, dan kami akan mengirimkan harga grosir serta ketersediaannya.

Artikel Lainnya

Sarung Private Label: Cara Meluncurkan Merek Sarung Sendiri Bersama Produsen Indonesia

Sarung private label memungkinkan butik, distributor, atau pemilik merek menjual sarung tenun tangan dengan nama mereka sendiri. Panduan ini menjelaskan beda desain siap produksi, custom, dan private label, kapan waktu yang tepat untuk memulai, serta lima langkah meluncurkan lini sendiri: menentukan desain, menyiapkan label dan kemasan, menyetujui sampel, merencanakan jumlah dan jadwal, sampai order ulang. Di Heritage Loom, desain custom dipesan mulai 1 kodi (20 lembar) per desain dan bisa dilengkapi logo, label, serta kemasan Anda sendiri.

Baca Artikel

Cara Mencuci dan Merawat Sarung Tenun: Panduan yang Bisa Dibagikan Reseller ke Pelanggan

Sarung tenun tangan bisa awet bertahun-tahun dengan perawatan sederhana. Panduan ini menjelaskan cara mencuci sarung tenun, mulai dari cucian pertama sampai menjemur, menyetrika, dan menyimpan, serta cara mengatasi noda tanpa membuat warna pudar atau anyaman tertarik. Ada juga tips menjaga stok bagi reseller dan kartu perawatan singkat yang bisa dibagikan ke pelanggan.

Baca Artikel

Grosir Sarung Tenun: Cara Order, Minimum Pembelian, dan Tips untuk Reseller

Panduan grosir sarung tenun untuk reseller: berapa minimum pembelian, bagaimana alur order dari memilih motif sampai barang tiba, dan cara menyusun order pertama supaya stok cepat berputar. Di Heritage Loom, minimum order 1 kodi (20 lembar), motif siap produksi boleh dicampur, dan diskon grosir makin besar sesuai jumlah kodi. Panduan ini juga membahas DP, waktu proses, retur, serta tips menjual kembali sarung tenun tangan.

Baca Artikel